Jumat, 22 Juni 2012

KESABARAN TERUJI OLEH 50 WATT

Sahabat, kesedihan dihati ini tak sanggup tertahankan saat seseorang yang aku hormati berkata sesuatu yang kedengarannya sangat singkat namun menyimpan makna yang sangat mendalam. " Terangnya!" 
Kata itu tak dapat terlepas dari kepalaku, hingga saat aku bersujud pun air mata ini telah berlinang karena mengingatnya lagi.

Sahabat, salahkah aku... yang mempunyai lampu terang 250 volt/50 watt? mungkin bagiku yya.. karena terangnya sudah sangat mempu membantuku dalam mengerjakan tugas kuliah dan berlajar atau pun aktivitas yang lain sehari-harinya. Namun, ternyata kebahagiaanku itu akan mendzolimi orang lain.

Sahabat, aku sangat menyayanginya dan sangat menghormatinya, kesepakatan membayar setiap bulannya pun kusetujui, sekalipun kata orang itu termasuk mahal. Namun aku setujui karena aku sayang dan cinta dengan keluarga tersebut. Namun apakah hanya karena 250 volt/50 watt aku menyerah dan berakhir untuk menyanyanginya?

Maafkan aku, jika hal ini menyiksa batinmu. segera akan aku ganti lampu 50 watt ini dengan lampu 25 watt. aku akan bersabar untuk tetap memilih tempat ini, hingga Allah memberikan petunjuk yang terbaik.

Sahabat, janganlah kalian menyinggung ataupun berkata tidak baik kepada sesama muslim. 
sahabat, bersabarlah saat seseorang mengeluarkan kata yang tidak baik/menyinggung kepadamu, Istigfarlah sesegera mungkin dan doakanlah orang tersebut dengan doa yang terbaik. Jangan membalasnya dengan hal yang sama.

Mari perbaiki diri.

Jumat, 15 Juni 2012

Maafkan Aku Mama

Sahabat, aku ingin bercerita tentang kejadian yang paling kusesalkan yang telah terjadi didalam hidupku. saat itu, aku sedang makan pagi hanya berdua dengan mama. awal aku bangun tidur, perasaanku memang sudah gelisah. dan akhirnya mama pun kena marah olehku gara-gara perasaanku yg kacau. aku tak bisa menjelaskan ada apa denganku. aku sangat menyesal melakukan hal itu kepada mama.

Sahabat, aku menyesal, aku menangis dan hatiku sangat sakit mengingat kembali apa yang telah kuperbuat pada mama. memarahinya saat kami sedang makan tanpa sebab.

Sahabat, namun itulah kelebihan Mama. seorang Mama...tidak memasukkannya kedalam hati kata-kata yang sangat menyakitkan itu, dengan senyum lebar.. Mama menghampiri dan berbicara dengan lembut " Ada masalah apa Nak? mengapa tampak murung, ceritakanlah pada mama."

" Ya Allah bertapa berdosanya aku pada mamaku, sekalipun aku telah memarahinya karena kekhilafanku, Ia tetap tersenyum dan sama sekali tidak menampakkan wajah marahnya. Ampuni aku Ya Allah, Ampuni dosaku ini."

Sahabat, mari selalu sayangi orang tua kita, terutama Mama kita, yang pengorbanannya tak dapat kita gantikan oleh apapun juga. Jangan pernah menyakiti hati orang tua kita apalagi membuat mereka meneteskan air mata. 

SEDEKAH ITU MENYEJUKKAN HATI

Sahabat, sedekah itu adalah hal yang sangat indah. keindahannya akan dapat kalian rasakan saat kalian denga tulus hati melakukannya. sahabat, sedekah itu sangat gampang kita lakukan, dimana pun kita berada, kita bisa melakukannya karena sedekah itu bukan hanya berupa materi namun juga berupa kebahagiaan yg kita berikan kepada orang lain.

Sahabat, apa yang sahabat pikirkan pertama kali saat mendengar kata sedekah? apakah sahabat berfikir bahwa sedekah itu hanya akan menghabiskan uang anda, ataukah sedekah itu hanya akan membuat orang lain menjadi manusia yg dimanja. itu adalah persepsi kalian masing-masing. namun inginkah kuceritakan, bagaimana persepsiku tentang sedekah?

Saat itu ada seorang anak kecil berjalan sambil meneriakkan " kue-kue" dengan pakaian yang kusam dan wajah yang penuh dengan noda hitam. terlintas di otak, anak itu tidak mempedulikan keadaannya, dari raut wajahnya hanya terlihat suatu harapan kue-kuenya itu dapat terjual habis. rasa sedih dihati, dibarengi rasa syukur yg tak terhingga, karena keadaanku masih lebih baik dari anak itu. Ya Allah.. apa yg bisa kuperbuat untuk anak itu, aku pun hanya bisa mendoakannya agar anak itu diberikan sejuta kesabaran dalam menjalani kehidupan di dunia ini. 

" Adek, sini." suara itu terdengar olehnya.
" Kakak mau beli apa, disini ada bermacam-macam kue."
tak sempat kulihat bentuk kue yang ia jual, ku berikan sedikit uang kepadanya dengan rasa senang bercampur haru. anak itu merasa heran sejenak lalu mengucapkan terima kasih.

Sahabat, tahukah kalian, apa yang aku rasakan? ya.. kesejukan hati yang tidak bisa dibeli dengan uang. hati ini begitu ringan dan senang. aku bahagia.

Sahabat, kita bisa mengambil pelajaran, bahwa sedekah dengan hati yang tulus dan ikhlas kepada orang lain merupakan hal yang dapat membawa kesejukan hati tersendiri. dan pastinya percayalah.. bahwa pahala telah anda dapatkan untuk bekal nanti.

Tak ada maksud untuk memamerkan kepada sahabat tentang kisahku ini, harapanku adalah sahabat setelah membaca tulisan yang sederhana ini dapat tergoyah hatinya untuk bersedekah kepada orang lain dimanapun dan kapanpun. :)

www.annalovemusikandhealth.blogspot.com